Selasa, 26 Juni 2012

PROBLEMATIKA BANGSA


PROBLEMATIKA BANGSA
            Problematika yang di alami bangsa indonesia banyak sekali, di antaranya adalah masalah perpecahan antar daerah,bobroknya pemerintahan,banyaknya kemiskinan padahal indonesia termasuk bangsa yang kaya , kurangnya lapangan pekerjaan ,krisis kepemimpinan  dan lain lain. Namun yang paling memprihatinkan diantara semua problem yang di alami bangsa kita adalah masalah bobroknya nilai nilai luhur serta moral para pemimpin bangsa banyaknya tindak koropsi dimana mana   membuat bangsa indonesia menjadi bangsa yang terpuruk dalam kemiskinan padahal dulu kita tahu bahwa indonesia pernah menjadi macan asia tenggara dan bahkan di prediksikan akan menjadi macan asia namun kini indonesia seolah seperti macan yang kehilangan taringnya kemiskinan,besarnya tindak kriminal ,dan bencana alam  banyak terjadi di indonesia.
            Indonesia merupakan suatu negara kesatuan yang solid, Indonesia sendiri adalah negara besar yang nyaris lengkap. Penduduk besar, kekayaan alam besar dan secara geopolitik dan geostrategis juga menguntungkan dalam kancah kompetisi internasional. Akan tetapi, keuntungan-keuntungan tersebut belum termanfaatkan dengan baik. Bahkan sebaliknya, menjebak Indonesia ke dalam situasi yang menimbulkan krisis. Salah satu penyebab krisis yang paling utama adalah korupsi. Korupsi di sini dalam pengertian luas, bukan hanya korupsi dalam keuangan negara, tapi juga kedisiplinan, waktu, sumpah setia, tekad dan lainnya.
            Akar dari masalah multikorupsi tersebut sebetulnya adalah retaknya moral. Bangsa Indonesia terkikis moralnya karena ada ketidakseimbangan atau ketidakadilan dalam kehidupan sehari-hari. Saat ini ketidakadilan meruak di mana-mana. Mulai dari sistem distribusi kekayaan, penggajian di instansi swasta, lembaga eksekutif dan legislatif, hingga pemanfaatan kekayaan. Ketidakadilan itulah yang menimbulkan problem besar. Kepemimpinan masa depan di era yang penuh transparansi karena adanya kemajuan tekhnologi informasi yang luar biasa ini, menuntut adanya sistem yang menjamin terselenggaranya keadilan. Di dalam negeri, kepemimpinan model seperti itu harus dibangun melalui pendekatan intelektual dan moral, yang disertai dengan kemampuan menguasai berbagai keterampilan yang diisyaratkan oleh kepemimpinan global. Dalam konteks inilah, sharing leadership harus diutamakan ketimbang individual leadership. Seorang pemimpin yang berhasil di masa depan akan bergerak secara terintegrasi dalam rangka membangun manusia, memberdayakan manusia, mendorong dialeg di masyarakat, memacu kreativitas rakyat, mampu mengantisipasi perubahan sosial-budaya, mampu melakukan negosiasi yang efektif dan konstruktif untuk kepentingan bangsa.
Meminjam filsafat Tao, kepemimpinan harus bersifat luwes tapi kuat seperti air. Manusia tidak akan dapat membendung dinamika perubahan dunia. Maka yang harus dilakukan kepemimpinan yang berwawasan dalam menghadapi krisis multidimensi dan tantangan global di abad 21 ini adalah berjalan sesuai dinamika global, sambil mencari strategi untuk memanfaatkan dinamika global itu untuk kepentingan nasional.
“Dalam pandangan khalayak ramai semua adalah salah dan benar
Tetapi menemukan yang benar di situ,
Itulah tugas manusia berjiwa besar
Siapa yang mengekspresikan kehendak zamannya
Mengatakannya serta mengerjakannya
Dialah menusia besar zamannya”
- G . W. F hegel
Demikian pembahasan tentang problematika bangsa semoga dapat membantu kita sumua dalam mempelajari lebih mendalam. Trima kasih. . . . .
Jangan lupa komentar nya ya  ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar